Bagaimana Cara Mengetahui Bayi Kekurangan ASI?

0
34
bayi
bayi terlengkap di kumparan.com

ASI merupakan asupan nutrisi penting bagi bayi baru lahir, yang berisi cairan, vitamin dan semua yang dibutuhkan  di hari-hari pertama setelah kelahirannya. Oleh karena itu, Bunda tentu saja perlu mengetahui apa saja tanda anak kekurangan ASI.  Ketika bayi merasa lapar dan diabaikan, tentu saja bisa membuatnya rewel dan lemas.

Di samping itu, kekurangan ASI tentu saja bisa membuat bayi dehidrasi yang memicu masalah kesehatan lebih parah. Untuk mencegah hal ini terjadi, waspadai tanda-tanda si kecil lapar dan kekurangan ASI berikut ini.

Tanda bayi kekurangan ASI

Berikut ini adalah tanda kekurangan ASI yang perlu Bunda ketahui

1. Berat badan menurun

Bila berat badan bayi tidak bertambah setelah berusia 5 hari, atau berat badannya terus menurun, ini adalah salah satu tanda asupan ASI-nya tidak mencukupi. Bunda perlu konsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah ini.

2. Jarang pipis

Salah satu tanda si kecil kekurangan ASI ialah, bisa dilihat dari banyaknya popok yang ia basahi. Bila dalam waktu 24 jam setelah usia lima hari dia tidak banyak ngompol, Bunda harus waspada. Pastikan agar si kecil tidak kekurangan cairan.

3. Kotoran hanya sedikit dan berwarna gelap

Kotoran yang dikeluarkan berwarna gelap tandanya tubuh bayi kekurangan cairan, biasanya terjadi setelah hari kelima dari tanggal kelahirannya.

4. Urin berwarna gelap

Urin yang berwarna terang dan jernih bermakna mendapatkan cukup asupan ASI, namun bila yang terjadi malah sebaliknya, itu merupakan tanda kekurangan ASI.

5. Rewel dan terlihat lemas

Penyebab buah hati terlihat lemas karena ia kekurangan asupan nutrisi, hingga dia lebih sering jatuh tertidur. Namun ia juga mudah rewel ketika sedang tidak dipeluk oleh Bunda.

6. Bibir dan mata terlihat kering

Bila tidak mendapat asupan cairan yang cukup dari ASI, mata dan mulutnya akan terlihat kering.

7. Sering menyusu namun masih tidak puas

Mungkin Bunda merasa bingung bila melihat si kecil sudah sering menyusu, namun terlihat tidak kenyang ataupun puas dan makin sering menangis.

Ini bisa menandakan, ia tidak cukup mendapat ASI. Penyebabnya bisa karena ASI tidak keluar, suplai ASI yang kurang, atau ada masalah di anak yang membuatnya tidak bisa menghisap dengan benar.

8. Payudara tidak berubah setelah menyusui

Biasanya, saat payudara terisi penuh dengan ASI, Bunda akan merasakan payudara kencang dan berisi. Bila si anak telah menghisap ASI sampai habis, payudara akan terasa tidak berat lagi. Namun, bila sehabis menyusui payudara masih terasa berat dan penuh, tandanya bayi tidak tuntas menyusui.

Apa yang terjadi jika bayi kekurangan ASI?

Bayi yang kekurangan ASI, bisa mengalami dehidrasi dan gagal tumbuh kembang. Hal ini merupakan masalah serius yang tidak bisa dianggap sepele.

Bila Bunda melihat tanda si kecil kekurangan ASI seperti yang disebutkan di atas, segeralah menghubungi dokter, bidan, atau konsultan laktasi. Mereka bisa membantu menganalisa sumber masalahnya, dan memberikan tips untuk kesuksesan proses menyusui bagi Bunda dan si anak.

Tanda bayi lapar yang perlu Bunda ketahui

Bayi tidak selalu berkomunikasi lewat tangisan, jadi tanda si anak lapar juga bisa diketahui dari bahasa tubuhnya yang meliputi:

  • Menjilat bibir, atau membunyikan bibirnya
  • Membuka dan menutup mulutnya dalam gerakan berulang seperti sedang menyusu
  • Mengisap jari, atau pakaian.

Ketiga hal di atas adalah tanda awal yang menandakan bayi sedang lapar, bila tanda tersebut tidak membuat bayi mendapatkan ASI, dia akan memberikan sinyal lain yang menandakan dia lapar dan ingin segera menyusu. Yakni sebagai berikut:

  • Menolehkan wajah pada apapun yang menyentuh pipinya
  • Menggeliat, gelisah atau mencoba bergerak ke posisi seperti sedang menyusui
  • Menempelkan wajah di dada orang yang sedang menggendongnya
  • Bayi terlihat cemas, bahkan memukul Bunda saat digendong
  • Rewel dan menjadi tidak bisa diam
  • Menangis adalah usaha terakhirnya untuk memberi tahu bahwa dia sedang lapar

Seberapa sering Bunda menyusui agar bayi tidak kelaparan?

Saat masih dalam kandungan, bayi mendapatkan nutrisi, oksigen dan cairan dari ari-ari. Begitu dia lahir, dia membutuhkan semua itu dari ASI. Sehingga Bunda mungkin perlu menyusuinya lebih sering daripada yang Bunda bayangkan.

Memperhatikan jadwal jam menyusui tidak selalu tepat, lihatlah bahasa tubuh bayi dengan baik, karena frekuensi menyusui tentunya disesuaikan dengan kebutuhan bayi, jadi dengarkan bayi Anda dan berhenti melihat jam.

Bagi bayi baru lahir, mereka perlu menyusui sebanyak 8-12 kali dalam waktu 24 jam setelah ia lahir. Berada di dekat bayi setiap saat bisa membantu Bunda mengenali tanda bayi lapar atau membutuhkan ASI. Namun, bila karena kondisi tertentu Anda tidak bisa berada di dekat bayi, maka Bunda perlu menyusuinay setiap 2-3 jam sekali.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap  JokowiPrabowo Subiant, Sandiaga Uno, Ma’ruf Amin, Pilpres 2019, harga emas, lowongan kerja, tiket pesawat, Bawaslu, Ratna Sarumpaet, SBY, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, KPK, Jusuf Kalla, Wiranto, Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Kemenlu, Kemenhub, Luhut Panjaitan , Susi Pudjiastuti, Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, Luna Maya, Syahrini, Berita IndonesiaAnakBayiIHSGResep MasakanReview MakananKemenkeuSri MulyaniKemenhubKominfoCPNSPertaminaDolar ASOJKPNSRupiahIbu HamilASIMPASISusu FormulaLiga SpanyolMahfud MDKivlan ZenWuling

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here