Jokowi dan Prabowo Takut Hadapi Debat Pilpres?

0
96

Ring pertarungan Pilpres 2019 tampaknya dianggap jadi medan ‘mati-matian’ dua rival lama, Jokowi vs Prabowo Subianto. Masing-masing seperti mengukur jangan sampai ada insiden yang membuat mereka tumbang sebelum bertanding. Salah satunya yang dikhawatirkan adalah debat pilpres.

Ya, agenda saban 5 tahunan itu kini dianggap ancaman . Ada dua polemik yang membuat kedua capres dinilai takut menghadapi debat. Pertama, untuk pertama kalinya pertanyaan debat dibocorkan lebih dulu kepada capres-cawapres atas permintaan kedua timses dan diamini KPU.

Kedua, KPU membatalkan program sosialisasi visi misi sepekan sebelum debat, karena kedua timses tak bersepakat soal siapa yang akan paparkan visi misi. Timses Prabowo-Sandi minta yang paparkan langsung capres-cawapres, timses Jokowi – Ma’ruf ingin yang paparkan cukup timses saja.

Polemik itu bisa jadi wajar, karena jauh sebelum itu sudah muncul isu kedua timses sebetulnya tidak ingin ada debat. Serius? Wacana itu mengemuka dalam rapat tertutup bersama KPU, meski akhirnya saling bantah. Padahal, debat tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu sebagai agenda yang wajib digelar.

Mereka (kubu Prabowo-Sandi) minta tidak ada debat, yang ada penyampaian visi-misi. Jadi visi-misi, habis itu enggak ada debat, kita enggak mau.

Timses Prabowo-Sandi menepis tudingan takut debat. Justru mereka menantang ada sosialisasi visi misi tanggal 9 Januari, lalu debat 17 Januari. Soal visi misi, tim Prabowo justru menyindir timses Joko Widodo karena tak berani mengajukan capres-cawapres sebagai pemapar.

Kita menantang bila perlu diundang orang-orang kampus yang punya keahlian tertentu, untuk ikut menelanjangi visi misi itu. Termasuk teman-teman media bisa tanya selama 2 jam.

Apakah Jokowi – Ma’ruf dan Prabowo-Sandi memang takut berdebat?

“Saya pikir enggak, apalagi Pak Prabowo terbiasa berdebat. Bang Sandi juga begitu, enggak ada masalah saya pikir,” ucap Dahnil Anzar, Senin (7/1).

Timses Joko Widodo-Ma’ruf juga membantah takut ‘adu tinju’ melawan Prabowo. Toh, Joko Widodo sudah sering menghadapi debat sejak bertarung untuk menjadi wali kota Solo, gubernur DKI Jakarta, dan presiden RI.

Pilpres 2019 Jadi Tak Menarik

Pengamat politik UIN Jakarta, Adi Prayitno, menyebut Pilpres 2019 menjadi tidak lagi menarik setelah debat yang harusnya jadi momentum rakyat memberi penilaian, sudah disiapkan sedemikian rupa.

“Pilpres ini paling aneh. Dua kandidat saling serang, tawuran, tapi menghadapi debat enggak maksimal. Ini enggak ada yang spesial, enggak ada suprise. Apa yang ditunggu? Semua sudah by design, semua disiapkan, dan sudah bisa diprediksi jawabannya bagus-bagus,” kritik Adi Prayitno, Selasa (8/1).

Kandidat dan timses jagoan banget di medsos, di banyak forum diskusi, tapi mekanisme debat kandidat malah ngawur. Apa spesialnya debat kalau semua takut? Ini paradoks.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap seputar news, bola/sports.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here