KPK Minta Adik Nazaruddin Hadiri Pemeriksaan Kasus Bowo Sidiq

0
43
KPK terlengkap di kumparan.com
KPK terlengkap di kumparan.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau Muhajidin Nur Hasyim untuk hadir memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik. Adik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin itu akan dipanggil sebagai saksi kasus dugaan suap anggota Komisi VI Bowo Sidik Pangarso pada Senin, 15 Juli 2019.

“Terhadap saksi Muhajidin Nur Hasyim yang sebelumnya tidak datang pada 5 Juli 2019, kami ingatkan agar yang bersangkutan untuk hadir memenuhi panggilan penyidik,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, (10/7).

Sementara hari ini penyidik KPK memeriksa dua saksi dalam kasus ini. Dua saksi itu yakni Kepala Subdit Dana Alokasi Khusus Direktorat Dana Perimbangan Kementerian Keuangan M Dafi dan Sekretaris Panitia Pengadaan Penyelenggara Lelang Gula Kristal Noviarina Purnami.

Kedua saksi yang diperiksa untuk tersangka Indung, anak buah Bowo Sidik di PT Inersia ini dicecar soal dugaan aliran suap ke pihak lain.

“Tim mengonfirmasi pengetahuan saksi terkait dengan aliran uang untuk penyelenggara negara lain dalam perkara ini,” kata Febri.

Sebelumnya, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus dugaan suap jasa pengangkutan antara PT. Humpuss Transportasi Kimia dengan PT. Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Selain Bowo, KPK juga menjerat dua orang lainnya yakni Marketing Manager PT. Humpuss Transportasi Kimia (PT. HTK) Asty Winasti, dan pegawai PT. Inersia bernama Indung.

KPK menduga ada pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait kerja sama pengangkutan bidang pelayaran menggunakan kapal PT HTK tersebut.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima suap sebanyak tujuh kali dari PT Humpuss.

Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp 8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

Download aplikasi kumparan di App Store atau di Play Store untuk dapatkan berita terkini dan terlengkap Joko WidodoMa’ruf AminKPKAgus Harimurti YudhoyonoSusilo Bambang YudhoyonoSBYMegawati SoekarnoputriRidwan KamilAnies BaswedanSusi PudjiastutiGanjar PranowoGibran RakabumingIriana JokowiWirantoPolriLowongan KerjaHarga EmasTimnas IndonesiaHabib RizieqMotoGPValentino RossiMarc MarquezPersib BandungPersija Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here