Joko Anwar Nilai Film Indonesia Banyak Diperhitungkan di Dunia

0
42
Joko Anwar
Joko Anwar
Sutradara ternama Indonesia, Joko Anwar, mengaku senang dengan perkembangan film di Indonesia dari tahun ke tahun. Pasalnya mulai banyak film Indonesia yang masuk ke festival-festival Internasional. 
“Menurut saya, itu indikasi film Indonesia sekarang sudah sangat diperhitungkan di per-peta-an film dunia. Jadi, itu bagus untuk industri film Indonesia,” ujar Joko
Dalam festival film tahunan di Tokyo yang menginjak edisi ke-32 itu, Joko Anwar membawa film “Folklore – A Mother’s Love” yang berkisah tentang wewe gombel yang dibintangi oleh Marissa Anita dan Muzakki Ramdhan. Sebelumnya film ini juga sudah tayang di HBO sebagai bagian dari series terbatas berjudul Folklore yang menggangkat mitos-mitos horror yang ada di Indonesia.
Setelah mengikuti beberapa festival, menurutnya setiap festival mempunyai ciri khasnya sendiri-sendiri. Festival Film Tokyo misalnya, lebih menyoroti film-film yang inovatif serta lebih diterima penonton dari kalangan lebih luas. Sementara, Festival Film Busan di Korea Selatan, ujar dia, lebih banyak menonjolkan film-film arthouse.
“Berbeda, walaupun ada irisannya untuk film-film yang sama. Tapi, kedua festival, Busan dan Tokyo, saling melengkapi. Karena keduanya berada dalam tatanan festival film yang diakui dunia sebagai festival yang memiliki gengsi. Mereka juga selektif memilih film,” ujarnya.
Mother’s Love yang sebenarnya sudah ditayangkan pada 2018 lalu sendiri masuk ke Jepang melalui Tokyo Internasional Film ini. Alasannya karena di Jepang memang tidak masuk ke Jepang.
“Tahun ini masuk ke Tokyo International Film Festival karena di Jepang nggak ada HBO. Jadi, baru di-distribusikan tahun ini walau filmnya mulai dirilis tahun lalu di HBO,” kata Joko yang menambahkan produksi film horor tersebut merupakan kerjasama antara Indonesia dan Singapura.
Film itu akan tayang sebagai bagian program CROSSCUT ASIA 06: Fantastic Southeast Asia yang menyoroti film fantastis bergenre horor hingga fiksi ilmiah dari Asia Tenggara pada 2019. Selain “Mother’s Love”, film “Foxtrot Six” dari Randy Korompis yang dibintangi Oka Antara juga tayang dalam program tersebut.
Joko Anwar mengemukakan alasannya mengapa bukan film horor “Perempuan Tanah Jahanam” yang masuk ke dalam program tersebut.
Sutradara 43 tahun itu menuturkan sedang ada proses negosiasi soal distribusi film teranyarnya di beberapa negara. Biasanya, negara yang bersangkutan lebih menginginkan filmnya tayang lebih dulu di sana.
“Biasanya negara yang akan memutar suatu film, mereka meminta supaya ditahan dulu (tayang) festivalnya supaya mereka yang pertama kali memutar,” tandasnya.
Sebelum ke Festival Film Tokyo sendiri, Joko sudah malang melintang menayangkan filmnya di Festival. Tahun ini saja, film lain Joko berjudul “Gundala” yang diangkat dari komik Indonesia karya Hasmi masuk ke Festival Film Internasional Toronto (TIFF) dan diputar di program Midnight Madness.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here